Kilas Balik dan Titik-Titik Sambung Seni Rupa dan Internasionalisme Baru dari Farah Wardani dan Jim Supangkat

Yacobus Ari Respati   Tulisan ini adalah tanggapan mengenai tiga sesi program Zoom In Seni Rupa Indonesia dan Internasionalisme Baru (2020). Sesi kedua ceramah dan wicara webinar Seni Rupa dan Internasionalisme Baru diselenggarakan secara daring oleh Komunitas Salihara pada 11 November 2020. Acara ini menyoroti keterlibatan aktor-aktor seni rupa Indonesia dalam kegiatan-kegiatan seni rupa besar […]

Internasionalisme Baru dan Pameran sebagai Percakapan

Yacobus Ari Respati   Tulisan ini adalah tanggapan mengenai tiga sesi program Zoom In Seni Rupa Indonesia dan Internasionalisme Baru (2020). Webinar Seni Rupa Indonesia dan Internasionalisme Baru oleh Komunitas Salihara dimulai pada 21 Oktober 2020. Wicara, ceramah, dan diskusi tiga sesi ini melibatkan aktor-aktor seni rupa Indonesia mutakhir dalam kegiatan-kegiatan seni rupa besar mancanegara—utamanya: […]

Obituari Trisutji Kamal

Kanjeng Raden Ayu Trisutji Djuliati Kamal, atau lebih dikenal dengan Trisutji Kamal, memadukan musik tradisional dan modern, gamelan dan anasir musik Islami. Ia memainkan musik daerah di Indonesia dengan instrumen Barat. Musiknya yang bernada Islami sangat dipengaruhi oleh pilihan hidupnya dalam menekuni Islam secara intens sejak 1990-an. Trisutji adalah musikus perempuan pertama yang terjun ke […]

Mengenal Remy Sylado dan Sejarah Puisi Mbeling

Puisi tak selamanya harus indah. Adakalanya para sastrawan ingin mengungkapkan kejengkelan dan protes. Jika puisi liris identik dengan balutan kata yang indah, puisi non liris berlaku lain. Ia melepaskan diri dari kungkungan kaidah estetika penulisan yang ada. Kali ini kita akan berkenalan dengan Remy Sylado, sastrawan kelahiran Makassar yang mempelopori sebuah istilah dan gerakan dalam […]

Heinrich von Kleist: dari Tentara ke sastra

Nama Heinrich von Kleist (1777-1811) di Indonesia barangkali tak setenar para pengarang Jerman klasik lainnya seperti Goethe dan Rilke. Padahal karya-karyanya mewakili salah satu yang terpenting pada masa-masa romantik awal (permulaan abad 19), dan berpengaruh pada masa-masa berikutnya. Siapa sebenarnya Heinrich von Kleist? Sebelum kita mendengarkan Jembangan Pecah, salah satu karyanya yang disadur oleh Suyatna […]

Empat Cara Menulis Puisi ala Joko Pinurbo

Kata siapa puisi harus dirangkai dengan kata-kata yang rumit? Melalui karya-karya Joko Pinurbo alias Jokpin, kita bisa tahu kalau ternyata puisi bergaya liris dapat dirangkai dengan perpaduan narasi jenaka dan ironi. Karya-karya Jokpin selalu punya warna dan keunikan tersendiri dalam puisi Indonesia. Tak hanya dari gaya penulisan, Jokpin mengolah citraan obyek-obyek keseharian menjadi narasi puisi […]

Iwan Simatupang dan Empat Tokoh Fiksi Ciptaannya yang Unik

Tokoh-tokoh di dalam karya sastra tidak mesti selalu digambarkan sebagai manusia ideal, terpelajar, maupun pahlawan yang dianggap identik dengan realita. Terkadang pengertian mengenai realita itu sendiri juga perlu dipertanyakan. Kali ini kita akan berkenalan dengan Iwan Simatupang, pengarang Indonesia yang berkarya pada era 1950 dan 1960-an. Salah satu keunikan karya-karya Iwan Simatupang terletak pada penggambaran […]

Kilas Balik Inspirasi Berkarya Putu Wijaya

Hidup memang tak melulu tentang kenyataan, kadang kita perlu sedikit “istirahat” dari realita. Kita perlu berimajinasi. Sastrawan kita pun punya cara tersendiri untuk menghadapi kenyataan. Mereka menyulap realita dengan menyisipkan unsur-unsur imajinasi ke dalam karya-karya mereka. Karya-karya seperti itu sering kali dikenal dengan sebutan non-realis. Kali ini kita akan berkenalan dengan Putu Wijaya, salah satu […]

Empat Kisah Mochtar Lubis Selama di Jeruji Besi

Selain dikenal sebagai pengarang novel Harimau Harimau dan Senja di Jakarta, Mochtar Lubis (1922-2004) adalah salah satu tokoh jurnalis yang berperan penting dalam perkembangan pers di Indonesia. Ia adalah pendiri sekaligus pemimpin harian Indonesia Raya. Mochtar Lubis sangat kritis terhadap pemerintah. Pada dua masa pemerintahan yang berbeda, ia pernah merasakan dingin besi penjara, disusul dengan […]

Empat Fakta Menarik tentang Perjalanan Ahmad Tohari Menulis “Ronggeng Dukuh Paruk”

Apa yang kamu ketahui tentang peristiwa 30 September 1965? Selain menjadi peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia, tekanan politik kala itu sesungguhnya banyak mempengaruhi geliat sastra kita lho. Para sastrawan tidak bisa bebas berkarya dan bersuara tentang peristiwa 1965. Bayangkan saja jika berani mengkritik atau memberontak, bisa-bisa masuk penjara. Tapi di balik ketatnya rezim Orde Baru, […]